Setting Load Balance Mikrotik

Topologi Load Balance

Halo teman-teman IT Borneo, Kali ini kita kembali membahas Networking nih. Kali ini kita akan membahas Load Balance dengan menggunakan Mikrotik. Sebelumnya teman-teman sudah tau apa sih sebenarnya load balance ini dan juga fungsi nya seperti apa? kalau gak, kita bahas dulu dah.

Apa itu Load Balance

Load Balance adalah metode yang digunakan untuk memisahkan trafik ke beberapa jalur. Sehingga kita dapat menggunakan lebih dari satu jalur. Metode ini sering digunakan ketika kantor memiliki dua akses internet yang berbeda.

Topologi Mikrotik Load Balance

Gambar diatas merupakan contoh yang dapat kita gunakan untuk setting load balance menggunakan mikrotik. Router yang kita sekarang memiliki dua jalur internet. yang pertama menggunakan Indihome dan yang kedua menggunakan Biznet.

Dengan menggunakan Load Balance maka trafik menuju internet akan berbeda-beda. ada yang menuju ISP IndiHome ada juga yang menggunakan ISP Biznet.

Step-by-Step Setting Load Balance Mikrotik

Yang perlu dipastikan sebelum masuk kedalam konfigurasi adalah teman-teman harus telah dapat terhubung ke kedua ISP tersebut. untuk memeriksa koneksi tersebut bisa tes ping ke ip ISP.

Jadi jika belum terhubung internet tidak tidak apa-apa selama sudah memiliki ip address dan sudah dapat terhubung dengan IPS

Sekarang kita perlu Membuka menu routing pada Winbox dengan cara membuat menu ip kemudian memilih Routes.

Gambar Setting IP Route pada Mikrotik

Setelah masuk kedalam menu routing pada router, disini kita perlu menambahkan routing menuju internet menggunakan gateway ip isp. Ip isp yang saya dapatkan disini adalah 181.24.14.133 dari Indihome sedangkan ip 201.225.51.21 adalah ip dari Biznet.

Untuk menambahkan route baru kita perlu mengklik tombol Add kemudian memasukkan Dst. Address adalah tujuan internet yaitu 0.0.0.0/0 kemudian untuk gateway isi dengan ip isp yaitu 181.24.14.133 dan 201.225.51.21. Jangan lupa untuk mengaktifkan Check Gateway=ping agar setiap beberapa detik router akan mengecek keberadaan isp.

Gambar Menambahkan Default route dengan check Gateway ping

Jika Sudah selesai seperti diatas maka sekarang klik Apply dan Ok.

Hasilnya akan seperti berikut ini, akan ada routing menuju internet dengan dua gateway.

Gambar Table routing dengan Fail Over

Sekarang Routing telah menjadi Load Balance yang dimana ketika menuju internet maka router bisa menggunakan dua jalur yaitu jalur indiHome dan juga jalur Biznet.

Tes Konfigurasi Load Balance Mikrotik

Akan lebih baik jika kita juga mencoba untuk membuktikan apakah benar Load Balance pada Mikrotik sudah aktif. Cara nya cukup mudah yaitu dengan menggunakan fitur tracert pada windows menuju dua domain yang berbeda. Disini saya menggukan tracert menuju google.com dan juga it-borneo.id

Gambar tes tracert ke google.com

Gambar tracer ke it-borneo.id

Hasilnya adalah ketika Tracert menuju google.com router menggunakan gateway IndiHome (181.24.14133) sedangkan ketika saya tracert ke it-borneo.id yang menjadi jalur adalah Biznet (201.222.51.21).

Jangan lupa untuk membaca Artikel dan Tutorial Mikrotik dari IT Borneo

2 comments

  1. Mass admin..
    mau tanya berarti untk konfigurasi awalnya harus hrus sdh terkoneksi internet masing2 isp , baru lanjut ke konfigurasi ke loadbalancing ato gmna mas?

    1. Tidak perlu gan. Paling tidak dari router ke ISP sudah dapat terhubung. Bisa tes dengan ping dari router menuju ip ISP. Jadi jika belum terkoneksi internet tidak apa-apa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *